Baiq Isna Nur’aini, Mahasiswi S1 Akuntansi FEB Unram Raih Juara I Perpustakaan Universitas Siliwangi Award 2026

By Published On: 22 April, 2026

Mataram, 22 April 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB Unram). Baiq Isna Nur’aini, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi FEB Unram, berhasil meraih Juara I dalam ajang Perpustakaan Universitas Siliwangi Award 2026 melalui karya tulis ilmiah yang mengangkat isu pembangunan dan keadilan sosial di kawasan Mandalika.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Siliwangi tersebut berlangsung sejak 20 Januari hingga 14 April 2026. Rangkaian lomba dimulai dari tahap pendaftaran dan pengumpulan karya, dilanjutkan dengan proses seleksi naskah untuk menentukan 10 besar finalis, hingga tahap penjurian akhir guna menetapkan para pemenang.

Dalam wawancara bersama Humas FEB Unram pada Selasa (22/4), Baiq Isna menjelaskan bahwa dirinya telah mempersiapkan karya tersebut sejak awal Februari 2026.

“Terdapat dua tema yang ditentukan panitia, yaitu ‘Ketimpangan Keadilan: Korupsi versus Kejahatan Kecil’ dan ‘Kearifan Lokal Versus Pembangunan Strategis Nasional’. Saya memilih tema kedua karena menurut saya tema tersebut masih jarang digunakan. Selain itu, objek penelitian yang ingin saya angkat adalah Mandalika, dan karena saya berasal dari Pujut, hal itu semakin memperkuat alasan saya memilih tema tersebut,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Baiq Isna mengangkat judul karya “Deru Mesin di Tanah Wali: Menakar Keadilan Agraria dan Akuntabilitas Sosial Pembangunan Sirkuit Mandalika”. Melalui tulisannya, ia mencoba melihat pembangunan Mandalika dari dua sudut pandang yang berbeda.

Menurutnya, pembangunan Sirkuit Mandalika memang memberikan dampak positif berupa terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian penting.

“Pembangunan ini memang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Namun ketika dilihat dari sudut pandang lain, masyarakat justru menjadi semakin bergantung pada sektor pariwisata. Apalagi dengan berubahnya mata pencaharian warga lokal dari wilayah pesisir agraris menjadi wilayah pariwisata internasional,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar pekerjaan yang tercipta bersifat kontekstual dan musiman sehingga rentan terhadap fluktuasi industri pariwisata. Kondisi tersebut dinilai belum mampu memberikan jaminan stabilitas pendapatan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

“Bagi saya, pembangunan tidak boleh dimaknai sekadar percepatan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus dibaca sebagai proses penataan ruang hidup yang adil dan berkelanjutan. Sirkuit Mandalika dapat menjadi simbol kemajuan, tetapi kemajuan yang sejati lahir ketika kearifan lokal tidak dipinggirkan, melainkan ditempatkan sebagai pondasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Baiq Isna menegaskan bahwa negara melalui kewenangan agrarianya dituntut tidak hanya menguasai tanah, tetapi juga memastikan setiap kebijakan pertanahan benar-benar berorientasi pada keadilan sosial sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa FEB Unram dalam menghasilkan karya ilmiah yang kritis, relevan, dan mampu memberikan perspektif akademik terhadap isu-isu pembangunan daerah. Keberhasilan Baiq Isna Nur’aini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi melalui pemikiran ilmiah yang berdampak bagi masyarakat.


Editor: Chandra Priyadi

Postingan Terkait