Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa, FEB Unram Gandeng PT Pegadaian Gelar Kuliah Umum Perencanaan Masa Depan
MATARAM – Panitia Dies Natalis ke-63 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Pengembangan Literasi: Investasi & Perencanaan Masa Depan” pada hari Jumat, 28 Agustus 2026. Bekerja sama dengan PT. Pegadaian, acara ini dilangsungkan di Ruang Teater, Gedung C FEB Unram mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Handry Sudiartha Athar, SE., MM. ini dihadiri secara antusias oleh para mahasiswa FEB Unram. Kuliah umum ini menghadirkan Bagus Setiawan sebagai pembicara utama yang membagikan wawasan komprehensif terkait literasi dan perencanaan keuangan.
Penyelenggaraan kuliah umum ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa FEB Universitas Mataram, khususnya pemahaman mengenai pentingnya investasi dan perencanaan masa depan. Kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong generasi muda agar mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, sekaligus memperkenalkan emas sebagai salah satu pilihan instrumen investasi yang dapat dimulai dari nominal yang relatif kecil. Lebih lanjut, acara ini berupaya membangun kesadaran bahwa pendidikan, pengembangan kompetensi, pengelolaan keuangan, dan investasi merupakan bagian utuh dari persiapan masa depan. Melalui pemahaman tersebut, peserta didorong untuk mampu menentukan tujuan, membuat perencanaan, mengambil tindakan secara konsisten, serta melakukan evaluasi berkala.
Dalam pemaparannya, Bagus Setiawan menekankan bahwa masa depan perlu dipersiapkan sejak sekarang, bukan menunggu ketika sudah memiliki banyak uang. Masa kuliah diposisikan tidak hanya untuk berorientasi pada perolehan gelar, tetapi sebagai bentuk investasi jangka panjang guna membangun ilmu, keterampilan, jaringan, karakter, dan cita-cita. Peserta juga diarahkan untuk membangun persiapan mental dan soft skill krusial bagi dunia kerja, seperti komunikasi, problem solving, kerja sama tim, hingga kepemimpinan.
Terkait strategi finansial, investasi dijelaskan sebagai cara penting untuk melawan inflasi, membuat aset berkembang, dan mencapai tujuan masa depan seperti pendidikan atau membangun usaha. Secara khusus, pemateri menempatkan investasi emas sebagai instrumen yang ramah bagi mahasiswa.
Sebuah ilustrasi menarik dipaparkan untuk mengubah pola pikir konsumtif mahasiswa. Pemateri membandingkan pengeluaran gaya hidup konsumtif sebesar Rp35.000 per hari dengan kebiasaan menabung emas Rp10.000 per hari. Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa konsistensi menabung emas dalam jumlah kecil dapat menghasilkan akumulasi dana yang menjadi aset, berbeda dengan pengeluaran konsumtif yang hanya menghabiskan dana.
Guna mendukung langkah nyata mahasiswa, kuliah umum ini juga memperkenalkan layanan Tabungan Emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Melalui aplikasi yang aman dan diawasi oleh OJK ini, mahasiswa dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10.000 atau 0,01 gram.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para mahasiswa direkomendasikan untuk segera menyusun tujuan keuangan (jangka pendek, menengah, dan panjang), membuat anggaran pengeluaran yang disiplin, membangun dana darurat, serta memulai kebiasaan berinvestasi dari nominal yang terjangkau secara konsisten.
Fotografer: Ezi
Editor: Chandra



