FEB Unram Perkuat Peran MCSTO, Dorong NTB Jadi Model Pariwisata Berkelanjutan Dunia
Mataram, 6 Mei 2026 – Program Studi Manajemen Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram menggelar Workshop Penguatan Peran MCSTO dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan pada Rabu (6/5) di Ruang E.2.5 FEB Unram. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.
Workshop tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Sitti Hilyana, M.Si., jajaran dekanat FEB Unram, pengelola Program Studi Manajemen Program Doktor, stakeholder dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi sekaligus Plh. Ketua/Sekretaris Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia (ISTC) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pemaparan materi, hingga sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan para narasumber.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Manajemen Program Doktor FEB Unram Prof. H. Agusdin, S.E., MBA., DBA. menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan.
“MCSTO memiliki peran penting sebagai pusat monitoring dan evaluasi pembangunan pariwisata berkelanjutan. Melalui workshop ini, kami berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan stakeholder lainnya untuk menghadirkan tata kelola pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Sitti Hilyana, M.Si. dalam sambutannya menegaskan komitmen Universitas Mataram dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Universitas memiliki tanggung jawab akademik dan sosial untuk hadir memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan, termasuk sektor pariwisata. Melalui penguatan MCSTO, Universitas Mataram diharapkan mampu menjadi pusat kajian dan monitoring yang mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta mendorong pariwisata NTB yang tangguh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Dr. Frans Teguh, M.A., CHE. dengan tema Pengantar Kunci Kebijakan Pariwisata Berkelanjutan dan STO. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pariwisata berkelanjutan merupakan pendekatan pembangunan yang memperhatikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang demi memenuhi kebutuhan wisatawan, industri, lingkungan, dan masyarakat lokal.
Ia juga memaparkan peran Sustainable Tourism Observatory (STO) sebagai instrumen penting dalam memantau keberlanjutan destinasi wisata melalui pengukuran indikator ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan secara sistematis dan konsisten. Selain itu, dijelaskan pula posisi MCSTO Universitas Mataram sebagai bagian dari jaringan STO Indonesia yang telah diakui dalam jaringan UN Tourism International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO).
Pemaparan kedua disampaikan oleh Dr. H. Akhmad Saufi, S.E., M.Bus., Ph.D. dengan materi bertajuk A Decade of MCSTO UNRAM: Monitoring Sustainable Tourism amid Uncertainty with Resilience. Dalam paparannya, ia menyoroti perjalanan MCSTO Unram selama satu dekade dalam memantau perkembangan pariwisata berkelanjutan di Lombok, sekaligus menekankan pentingnya ketahanan dan adaptasi di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, dinamika ekonomi, hingga risiko bencana.

Selanjutnya, pemaparan terakhir disampaikan oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Chandra Aprinova, AKS., MP., yang mengangkat tema mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. Dalam materinya dijelaskan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan di NTB harus menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
Ia juga menyoroti berbagai isu strategis pariwisata di NTB, seperti over-tourism di kawasan Gili Trawangan, degradasi lingkungan laut, kualitas sumber daya manusia, hingga risiko bencana yang memerlukan pendekatan pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, konsep quality tourism, penguatan desa wisata, digitalisasi pariwisata, dan pengembangan destinasi berbasis ekologi menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pariwisata NTB ke depan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pandangan terkait penguatan monitoring pariwisata berkelanjutan, pengembangan kebijakan berbasis data, hingga tantangan implementasi konsep sustainability tourism di daerah.
Melalui workshop ini, Program Studi Manajemen Program Doktor FEB Unram berharap penguatan peran MCSTO dapat semakin mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat, sekaligus memperkuat posisi Universitas Mataram sebagai pusat akademik dan riset yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.



